Apache dan Nginx merupakan dua web server open source yang populer saat ini. Ketika Igor Sysoev mulai mengerjakan Nginx lebih dari 10 tahun yang lalu, tidak ada yang menduga bahwa proyek yang dibuatnya bertujuan mempercepat layanan berbasis apache saat ini.
Apache adalah platform yang solid untuk hampir semua teknologi web yang dikembangkan selama 20 tahun terakhir. Namun Seiring dengan berjalannya waktu, Apache belum bisa menangani kebutuhan web server yang memiliki high traffic.

Apache

1. Tentang Apache

Apache merupakan aplikasi server Web open source yang dikelola oleh Apache Software Foundation.  Apache dapat dijalankan di banyak sistem operasi ( Unix, BSD, Linux, Windows dan lainnya ) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web. Protokol yang digunakan untuk melayani fasilitas web/www ini menggunakan HTTP.

Apache memiliki fitur-fitur canggih seperti pesan kesalahan yang dapat dikonfigurasi, autentikasi berbasis basis data dan lainnya. Apache juga didukung oleh sejumlah antarmuka pengguna berbasis grafik (GUI) yang memungkinkan penanganan server lebih mudah.

Apache memiliki waktu muat dan refresh yang lebih ringan untuk halaman dinamis. Banyak fitur di Apache yang diimplementasikan sebagai compiled modules. Beberapa fitur dan modulnya adalah :

– Common language interfaces support (for Python, Tcl, and PHP).
– Authentication modules: mod_access, mod_auth and mod_auth_digest.
– SSL/ TLS support module – mod_ssl.
– Proxy module – mod_proxy.
– URL rewriter – mod_rewrite.

2. Kelebihan Apache :

– Source code tersedia gratis untuk siapa saja dan tidak ada lisensi yang diperlukan.
– Instalasi yang mudah.
– Apache dapat berjalan hampir di semua platform.
– Fleksibel.
– Mudah dalam menambahkan peripheral lainnya ke dalam platform web servernya

3. Kekurangan Apache :

– Tidak bisa mengatur load seperti IIS sehingga akan terus memfork proses baru sampai dalam batas yang diijinkan OS. Akan memudahkan penyerang karena RAM akan cepat habis.
– Apache merupakan server berbasis proses.

Nginx

1. Tentang Nginx

Nginx dikembangkan pada tahun 2002 oleh pengembang Rusia bernama Igor Sysoev.
Seperti Apache, nginx adalah server web open source yang bisa berjalan di berbagai platform seperti Linux, Unix, MAC OS X dan lainnya.

Pada tahun 2008 lalu dalam sebuah acara konferensi wordpress dunia, Wordcamp SF 2008, salah satu narasumber, Chris Lea, mengatakan nginx itu 50 kali lebih cepat dari Apache. Jika memang benar begitu, maka wajar saja jika website-website dengan traffic tinggi seperti kaskus, kompas,indowebster dan lainnya menggunakan nginx sebgai tulang punggung web servernya.
Selain lebih cepat, nginx juga menggunakan memory yang minim dan sangat direkomendasikan untuk website-website yang berjalan diatas VPS.

Igor Sysoev sedang mencari cara untuk mengoptimalkan dan memperbaiki arsitektur web tanpa meningkatkan submber daya perangkat keras. Maka dari itu nginx menggunakan arsitektur event-based sehingga mampu memanfaatkan seminimal mungkin thread untuk memproses request dari user, sehingga penggunaan memory pun menjadi sangat minim. Karena menggunakan memory yang minimal, hasilnya server menjadi ringan dan jauh lebih responsive.

Dalam nginx, yang menyampaikan output file bukan langsung memory, maka penumpukan data di memory akan berkurang dan server bekerja lebih cepat dan stabil.

2. Kelebihan Nginx :

– Peforma yang tinggi dan stabil serta memiliki banyak fitur
– Konfigurasi yang cukup mudah dan menggunakan sedikit sumber daya
– Menangani lebih banyak client, dengan jumlah pemrosesan yang kecil

3. Kelemahan Nginx :

– Masih minim yang menggunakan
– Fast CGI yang tidak berfungsi sempurna
– Update  yang cukup lama

Anda dapat membuat keputusan sendiri mana yang lebih baik untuk digunakan pada Website Anda. Perlu diingat bahwa kebutuhan bisnis yang Anda jalankan adalah kunci utama untuk memilih web server mana yang akan dipakai.